Postingan

Kekasih Mas Hendra (Lanjutan 1)

Gambar
Dulu, terus terang aku selalu benci bila ada orang yang memutar lagu cengeng mendayu-dayu. Apalagi bila yang menyanyikan adalah wanita, yang syairnya berkisar tentang cinta yang retak atau kepedihan kala ditinggal kekasih. Namun, lagu yang mengalun dari radio sebuah kedai minuman tepat di sampingku sekarang, seakan berkisah tentang diriku dan semakin menyentak dada. Jatuh bangun aku mencintaimu.... tapi dirimu tak mau mengerti.... Aku menunduk, mencoba menghindari tatap mata beberapa orang. Penjaga kedai  minuman itu berkali-kali bertanya apakah aku ingin memesan minuman. Aku hanya menggeleng. Bersamaan hujan yang mulai turun rintik-rintik, kurasakan mataku basah oleh air mata. Melalui kaca jendela sebuah kafe di seberang jalan, aku melihat sosok mas Hendra yang kucintai itu duduk sendiri. Ia tampak resah, berkali-kali melihat jam di tangannya. Mungkinkah ia menunggu  perempuan itu? Tiba-tiba  kulihat seorang perempuan menghampiri Mas Hendra. Cant...

Kekasih Mas Hendra

Gambar
Tak ada seorang pun yang salah dalam hal ini. Begitupun juga Pak Halim, saat beliau memindahkan posisiku dari corporate communication yang selalu mewakili perusahaan dalam berbagai kegiatan, menjadi staff administrasi yang hampir sepanjang hari berkubang dengan kertas-kertas dalam ruangan kantor. Sungguh, beliau tak salah. Kini, kulihat bayangan seluruh tubuhku dalam cermin lemari kamar. Ah, betul-betul jelek, melar, gendut, mengerikan! tiba-tiba saja aku ingin berteriak sekeras-kerasnya!  Ting tong! Bel pintu berbunyi. Yap, pasti mas Hendra! Kubuang jauh-jauh kekesalan ini, kurapikan daster baruku dan segera keluar.  "Belum tidur, Bun?" sapa Mas Hendra sambil tersenyum lebar, saat kubuka pintu ruang tamu. Aku cuma menggeleng tanpa suara. Mas Hendra masuk dan mencium keningku. Kulirik jam dinding yang tiba-tiba berbunyi. Pukul 01.00 dini hari. Kutarik napas panjang. Ini adalah hari kesepuluh Mas Hendra pulang larut dalam bulan ini. "Maaf, ya, Say...

Teman Bahagia (Lanjutan)

Gambar
Seminggu berlalu, Adit masih belum mempunyai nyali untuk menceritakan rencana pembatalan pernikahannya. Sebagai anak tunggal, pernikahan Adit adalah suatu momen spesial yang diharapkan kedua orangtuanya, terutama mama Adit. "Hai, Sayang! Mama lihat, beberapa hari terakhir ini, wajahmu muram. Ada apa, Nak?" suara merdu Mama mengagetkan Adit yang sedang duduk termenung di teras rumah.  "Biasa, Ma. Ada sedikit masalah di kantor," elak Adit. "Oh, begitu. Bagaimana kabar, Sabrina? Sudah lama Mama tidak melihatnya berkunjung ke rumah." Pertanyaan Mama membuat Adit salah tingkah. Butuh waktu untuk menjawab pertanyaan itu.  "Dit! Kok diam saja. Kamu dan Sabrina baik-baik saja, kan?" Mama memandang Adit dengan penuh selidik. "Ma, Adit mau cerita sesuatu tentang Sabrina." Pelan-pelan Adit menjelaskan kronologi kejadian yang dia alami seminggu yang lalu. Dia berharap, mama bisa mengerti dan ikhlas menerima kenyataan bahwa a...

Teman Bahagia

Gambar
Tiga bulan berlalu, perusahaan tempat Adit bekerja tiba-tiba kolaps. BPK menemukan kejanggalan di laporan keuangan perusahaan tempatnya bekerja. Banyak karyawan yang mengundurkan diri, termasuk Adit. Untuk menambah modal pernikahan, Adit melamar kerja di salah satu perusahaan IT sebagai marketing. Dia diterima dengan gaji UMR . Menjadi karyawan baru sangat mempengaruhi kondisi keuangannya. Penghasilannya saat ini tidak sebesar penghasilnya di perusahaan yang terdahulu. Hal ini juga berdampak pada rencana pernikahannya. Sabrina wanita yang selalu tampil fashionable , gaya hidupnya bak artis terkenal. Dia menginginkan pesta pernikahan yang serba mewah, dan hal ini sangat memberatkan bagi Adit. Ketika Sabrina menyodorkan rincian estimasi budget pernikahan, Adit mencoret banyak item di list wanita cantik itu. Sabrina bersikukuh untuk mempertahankan list beberapa item pernikahan yang sudah dia rinci. Sebisa mungkin Adit menjelaskan bahwa saat ini kondisi keuangannya sudah tidak sepe...

My New Book, Hidden Treasure

Gambar
Telolet ... telolet ...tin ... tin ... suara klakson bus pariwisata yang datang untuk menjemputku dan kawan-kawan. Hari ini adalah hari yang sangat aku nantikan, kami akan melakukan camping bersama di Gunung Panderman. Tempat yang menyuguhkan pemandangan yang indah, selama ini aku hanya mendengar cerita dari internet dan kini aku akan melihat langsung keindahannya. Semenjak aku ikut pramuka, ini adalah camping pertama yang aku ikuti. Kami dibagi menjadi beberapa tim dan masing-masing tim terdiri dari 3 orang. Aku, Arsya dan Alif berada di tim yang sama yakni tim Kumbang. Bus melaju dengan kencang, sepanjang perjalanan kami bernyanyi, bermain tebak-tebakan, dan melakukan stand up comedy untuk menepis kebosanan selama diperjalanan. Tak terasa, setelah menempuh perjalanan kurang lebih selama 3 jam, akhirnya kami sampai di desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Lokasi perkemahan kami. Karena akses untuk sampai ke lokasi tujuan hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki,...

Belajar Menulis Novel 1

Cinta dan Rahasia Titis Widias Chapter 1 “Dok, tolong selamatkan istri saya. Berapa pun biayanya akan saya siapkan.“ “Ayo cepat, pasien kehabisan darah,” “Suster, siapkan ruang  operasi.” Suara itu ... kebisingan itu … kepanikan keluarga pasien dan kesibukan para dokter dan suster  yang sering aku jumpai di IGD tempat aku bekerja. Namaku Diandra, tepat seminggu setelah kelulusanku dari fakultas kedokteran, aku diterima di salah satu rumah sakit ternama di kota Surabaya. Sejak menerima SK dinas di IGD, hari-hari berlalu begitu cepat. Hampir seluruh waktuku habis untuk melayani pasien. Banyak kasus yang telah aku tangani dan Alhamdulillah semua dapat dilalui dengan lancar. Hingga pada suatu hari datanglah seorang pasien bernama Alifandra.  “Berdasarkan hasi x-ray, Anda mengalami patah tulang panggul. Saya sarankan Anda melakukan operasi pembedahan untuk memperbaiki posisi tulang panggul,” ucapku. “Seberapa parahkah, Dok?” tanya Alifandra. “Mel...

Menulis Cerita Anak untuk Generasi Indonesia

Gambar
Hai, Dears! Apa bacaan favorit kalian ketika masih kecil? Mentari, Bobo atau majalah Fantasi? Wah ... ternyata kita sepantaran, ya. Majalah-majalah tersebut memang populer di zamannya. Waktu kecil, sebelum gaya hidup serba digital memasuki seluruh aspek kehidupan, anak-anak menghibur diri dengan bermain bersama teman atau membaca buku cerita. Rasanya senang sekali jika membaca buku cerita. Kita menjadi lebih percaya diri, karena kita dapat memperoleh pemahaman dan  pengalaman baru dari cerita yang ada di buku. Sehingga jika mengalami kejadian yang sama, kita sudah paham harus berbuat apa. Inilah yang coba saya terapkan kepada anak-anak, membiasakan mereka membaca sejak usia dini. Banyak sekali manfaat membaca untuk anak, di antaranya : Meningkatkan rasa percaya diri Mengasah imajinasi Dapat menginspirasi Pengendalian emosi Mengajak anak berefleksi Sayangnya, era digital sudah merasuki dunia anak-anak. Mereka lebih suka memainkan gawai daripada membaca. Semenjak era di...