Kekasih Mas Hendra (Lanjutan 1)
Dulu, terus terang aku selalu benci bila ada orang yang memutar lagu cengeng mendayu-dayu. Apalagi bila yang menyanyikan adalah wanita, yang syairnya berkisar tentang cinta yang retak atau kepedihan kala ditinggal kekasih. Namun, lagu yang mengalun dari radio sebuah kedai minuman tepat di sampingku sekarang, seakan berkisah tentang diriku dan semakin menyentak dada. Jatuh bangun aku mencintaimu.... tapi dirimu tak mau mengerti.... Aku menunduk, mencoba menghindari tatap mata beberapa orang. Penjaga kedai minuman itu berkali-kali bertanya apakah aku ingin memesan minuman. Aku hanya menggeleng. Bersamaan hujan yang mulai turun rintik-rintik, kurasakan mataku basah oleh air mata. Melalui kaca jendela sebuah kafe di seberang jalan, aku melihat sosok mas Hendra yang kucintai itu duduk sendiri. Ia tampak resah, berkali-kali melihat jam di tangannya. Mungkinkah ia menunggu perempuan itu? Tiba-tiba kulihat seorang perempuan menghampiri Mas Hendra. Cant...